Tekstur yang lembut dan sentuhan yang nyaman; kain tenunan tangan yang ringan dan diwarnai dengan pewarna alami yang memberikan sentuhan elegan pada ruangan Anda — sekaligus memastikan sirkulasi udara yang optimal agar Anda tetap sejuk di hari-hari yang panas dan cerah di Singapura.
Dengan menggunakan kapas mentah yang dihasilkan secara alami, selimut tenun tangan ini dibuat secara tradisional menggunakan alat tenun tangan. Dibandingkan dengan praktik pembuatan kain modern, alat tenun tangan merupakan metode tenun yang berkelanjutan karena tidak memerlukan listrik dan tidak menimbulkan polusi.
Dengan menggunakan teknik-teknik kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi, setiap selimut dibuat secara istimewa dengan penuh ketelitian dan kesempurnaan oleh sekelompok kecil pengrajin adat yang sangat berbakat dari sebuah desa lokal di Indonesia. Melalui sistem produksi berkesinambungan, mereka menanam kain ramah lingkungan sendiri, menggunakan tanaman lokal untuk mewarnai kain tersebut, dan menyelesaikan prosesnya dengan menenun secara manual—sambil memastikan tidak ada limbah bahan yang tersisa sama sekali!
Setelah proses tenun tangan, selimut-selimut cantik ini diwarnai secara alami dengan warna-warna cerah — yang berasal dari berbagai sumber tumbuhan seperti daun, bunga, akar, dan kulit kayu! Pewarna alami yang digunakan dalam proses produksinya bersifat dapat terurai secara hayati, tidak beracun, dan hipoalergenik, serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya atau karsinogen, berbeda dengan pewarna buatan dan sintetis.
Pewarnaan alami merupakan alternatif yang sangat ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis karena tidak menghasilkan limbah sama sekali; sisa-sisa pewarnaan yang dihasilkan dari proses tersebut sering kali diolah dan dikembalikan ke fasilitas pengomposan untuk digunakan kembali, sehingga tidak ada pemborosan air! Setelah proses pewarnaan, selimut-selimut tersebut dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari tanpa menggunakan ruang pengeringan bertenaga panas, sehingga tidak mengonsumsi listrik sama sekali!
Tahukah Anda? Sebagian besar teknik pewarnaan sintetis berkontribusi negatif terhadap krisis iklim yang tak kunjung berakhir. Teknik-teknik tersebut bertanggung jawab atas 20% polusi air di dunia; mereka meningkatkan limbah air yang terkontaminasi bahan kimia, yang kemudian dibuang ke lautan kita, dan pada akhirnya merusak ekosistem kita.
Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dan terpencil rentan terhadap kemiskinan ekstrem karena akses mereka terhadap infrastruktur, pendidikan, dan peluang kerja sangat terbatas. Namun, menenun merupakan keterampilan yang dikuasai oleh banyak kelompok etnis di Indonesia dan dapat menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dasar.
Hal ini menjadikan tenun tangan sebagai sumber penghasilan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat lokal kami. Produksi kapas yang dipintal secara manual saja telah menciptakan peluang kerja bagi ribuan pengrajin, sehingga mereka dapat melestarikan bentuk seni ini untuk generasi mendatang, tanpa harus pindah dari desa untuk mencari pekerjaan demi mencapai stabilitas ekonomi.
Namun demikian, seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap kain sintetis dan pewarna di industri tekstil dengan harga yang jauh lebih murah, permintaan akan serat alami pun menurun, yang berdampak pada pendapatan mereka. Dengan secara sadar memilih produk lokal dan alami, bisnis kami dapat mendukung mata pencaharian para pengrajin kami—sekaligus menghadirkan produk yang diproduksi secara bermakna dengan bahan-bahan berkualitas terbaik untuk Anda!
Keberlanjutan


